Bamboo Breakthrough

INBAR (International Bamboo And Rattan Organization) baru – baru ini mengeluarkan laporan tentang kemampuan bambu dalam menyimpan karbon. Khususnya, laporan tersebut menjelaskan bagaimana produk dari bambu mampu “menyimpan” karbon dengan menggantikan semen, plastik dan bahan – bahan padat emisi lainnya. Laporan ini juga menjelaskan bagaimana bambu mampu memproduksi barang rendah karbon yang lebih berkelanjutan.

Karena tingkat pertumbuhannya yang cepat, bambu kayu raksasa “telah dianggap sebagai penyerap CO2 yang efektif.” Seperti yang ditunjukkan oleh laporan, bambu hidup mampu menyimpan jumlah karbon yang sama dengan perkebunan pohon: dari sekitar 100 hingga 400 ton karbon per hektar. (Perkebunan pohon menyimpan antara 90 hingga 420 ton.)

Bambu dapat digunakan untuk sejumlah produk yang tahan lama, termasuk furnitur, lantai, perumahan, dan pipa, dan dapat menggantikan bahan-bahan padat emisi termasuk kayu, plastik, semen, dan logam. Menariknya, bambu juga dapat menggantikan energi dengan  intensitas karbon tinggi, seperti sumber energi berbasis bahan bakar fosil. Sebagai contoh, laporan memperkirakan bahwa mengganti listrik dari jaringan listrik Tiongkok yang membudidayakan listrik dari gasifikasi bambu, akan mengurangi emisi CO2 hampir 7 ton CO2 per tahun. Lebih dari 30 tahun, pengurangan emisi CO2 akan menjadi 55 ton karbon per hektar.

Inovasi dalam bambu dan rotan harus mendapatkan dukungan lebih jauh, mengingat bagaimana aplikasi rendah karbon, dan bagaimana bambu telah mendukung strategi cerdas pemeliharaan iklim dalam pertanian dan penciptaan lapangan kerja adalah hal yang penting di masa kini. FI October 1st, 2018.

Get Direction

Direction for your location